Produk
Produk

Produk (6)

Tuesday, 23 July 2019 02:35

Kurma

Written by

Dapatkah kurma ditanam di Indonesia ? Berbuahkah jika kurma di tanam di Indonesia? jawabannya ternyata bisa... saat ini kami dari CV Jayo Agro Biotechnology sudah mengembangkan pembenihan bibit kurma dengan system kultur jaringan dengan keberhasilan lebih dari 95% dan produksi Bibit pun sudah dapat dalam jumlah besar. Bibit Kurma yang kami produksi dapat dipastikan bisa ditanam di iklim tropis Indonesia dan dapat berbuah sebagaimana di asal tumbuhan tersebut. 

Monday, 22 July 2019 04:28

Akar Wangi

Written by

Tanaman akar wangi adalah tanaman yang bisa digunakan sebagai bahan kerajinan. Selain itu tanaman ini juga dikenal dapat diproses dengan cara penyulingan dan menghasilkan minyak atsiri. Minyak atsiri dapat Anda gunakan sebagai bahan kosmetik seperti parfum, aroma terapi dan obat -obatan. Hasil penyulingan dari tanaman akar wangi ini merupakan komoditas ekspor yang sangat menjanjikan. Indonesia adalah negara eksportir minyak akar wangi terbesar kedua setelah negara Haiti.Peluang bisnis dari tanaman akar wangi ini masih sangat terbuka lebar, mengingat bahwa Indonesia hanya mampu memenuhi permintaan minyak atsiri di dunia sebesar 50 ton/tahunnya dari total permintaan pasar dunia yaitu 300 ton/tahun. Disamping itu kebutuhan akan akar wangi selalu meningkat setiap tahunnya. Syarat Tumbuh Akar Wangi Faktor yang dapat mempengaruhi kualitas minyak akar wangi antara lain adalah keadaan tanah dan iklim lingkungan. Tanaman ini cocok tumbuh pada daerah yang berpasir atau pada tanah abu vulkanik di lereng bukit. Jika di tanam pada tanah tersebut pertumbuhan akar akan lebat, panjang dan nantinya akan memudahkan Anda untuk melakukan pemanenan.Tanaman akar wangi sebenarnya dapat tumbuh pada tanah liat yang banyak kandungan airnya, akan tetapi pertumbuhan perakaran nantinya akan kurang bagus dan produksi minyak akan tidak maksimal.

 Kami menyediakan bibit tanaman akar wangi dalam jumlah besar, dan pengadaan bibitnya pun dapat kami sediakan dengan cepat. Bisnis dalam bidang agrikultur terutama akar wangi belum banyak yang bermain didalamnya, hal ini merupakan kesempatan besar bagi rekan-rekan untuk dapat berinvestasi dalam tanaman tersebut. Pasar ekspor adalah yang dibidik untuk penjualan akar wangi, baik raw material maupun ketika sudah menjadi minyak astiri.

Tuesday, 16 July 2019 17:35

Perkebunan Percobaan

Written by

Perusahaan juga mempunyai lahan uji coba seluas lebih 10 Ha di Dusun Sindang, Desa Karangkemiri, Kecamatan Perkucen Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Saat sekarang, untuk yang pertama di Indonesia telah ditanan sekitar 5 Ha kelapa kopyor kultur jaringan dengan hasil 95-100% kelapa kopyor. Lahan uji coba akan terus diperluas untuk pembuktian hasil perkebunan yang terbaik.

Tuesday, 16 July 2019 17:22

Sarana & Prasarana

Written by

Pada saat ini perusahaan mempunyai Laboratorium Penelitian dan produksi Benih Unggul di Desa Karangsoka Kecamatan Kembaran Banyumas, yang mampu memproduksi benih Kelapa Kopyor, Tebu, dan Akar Wangi menggunakan metoda produksi Kultur Jaringan yang terbaik.
Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh perusahaan meliputi Laboratorium kultur jaringan di desa Karangsoka, Kembaran Banyumas seluas 150 m2 yang memiliki sarana dan prasarana sebagai berikut :
1.    Ruang administrasi ukuran 3 x 3 m lengkap dengan meja kursi dan 1 set computer
2.    Ruang kultur jaringan yang memiliki ukuran 9x3 m dilengkapi dengan peralatan sebagai berikut
       a.    buah Rak kultur lengkap dengan lampu pencahayaan yang digunakan untuk kultur embryo kelapa kopyor  
       b.    2 buah rotari sheaker berukuran 1 x 3 m sebanyak 6 buah yang digunakan untuk kultur tebu
       c.    2 set pendingin (AC), 2 PK
3.    Ruang Transfer dengan ukuran 3x5 m yang memiliki fasilitas :
       a.    1 buah laminar air flow berukuran 1x1,5 m untuk transfer eksplan secara steril
       b.    1 buah 1 buah bead sterilization untuk sterilisasi alat kultur
       c.    1 buah mikroskup stereo untuk isolasi meristem
       d.    2 buah lampu Bunsen
       e.    4 sel alat tanam : pinset dan blade
       f.    2 set Lampu Ultra Violet untuk strerilisasi ruangan
4.    Ruang preparasi medium berukuran 3 x 3 m yang memiliki fasilitas :
       a.    1 set otoklat berukuran 400 L lengkap dengan kompor gas
       b.    1 buah pH meter
       c.    1 buah kulkas sharp
       d.    1 analitic balance 3 digit
       e.    1 timbangan 1 digit
       f.    3000 tabung kultur berukuran 2,5 cm x 20 cm
       g.    1000 box plastic autoclavable berukuran 20 x 10 x 5 cm
       h.    1000 box plastic autoclavable berukuran 20 x 20 x 10 cm
       i.    50 erlenmeyer berukuran 250 ml
       j.    3 set alat ukur
       k.    bahan medium tanam Murashige dan Skoog serta medium Eeuwene untuk kelapa dan tebu lengkap
5.    Nursery berukuran 800 m2 yang memiliki fasilitas :
       a.    Sumur dan pompa air
       b.    2 buah elektric spayer
       c.    pot plastik berukuran 20 x 20 m sebanyak 2000 buah,
       d.    pot plastik ukuran 9x10 sebanyak 1000 buah
       e.    10 buah mini growth chamber untuk kelapa kopyor
       f.    alat kebun lengkap



Tuesday, 16 July 2019 17:16

Tebu

Written by

Salah satu penyebab rendahnya produksi tebu di Indonesia adalah rendahnya tingkat produktivitas perkebunan tebu di Indonesia. Tingkat produktivitas perkebunan tebu hanya sekitar 60 ton per hektar lahan sekarang. Angka tersebut hampir setengah produktivitas tebu di Peru yang dapat mencapai sekitar 125 ton per hektar. Akibatnya, Indonesia menempati urutan ke 51 dari 103 negara penghasil gula dunia. Bahkan kadar gula yang dihasilkan pada tebu di Indonesia hanya sekitar 6 – 8 %, sedangkan kadar gula pada tebu yang terbaik dapat mencapai sekitar 14 %. Akibatnya produksi gula di Indonesia sangat rendah per hektarnya. Total produksi gula Indonesia hanya sekitar 2,8 juta ton gula per tahun dari luas area perkebunan tebu di Indonesia sekitar 450 ribu pada tahun 2015. Rendahnya produksi gula di Indonesia tersebut tidak mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan gula masyarakat. Akibatnya, total impor gula Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 1990, total impor gula Indonesia hanya sekitar 300 ribu ton ,sedangkan pada tahun 2015, total impor gula Indonesia meningkat lebih dari 10 kali lipat menjadi 3,4 juta ton. Bahkan untuk kebutuhan gula rafinasi sebesar 3 juta ton per tahun seluruhnya diimpor dari negara lain. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia telah mencanangkan pada tahun 2019 menjadi tahun swasembada gula nasional.

Salah satu faktor penyebab utama rendahnya produktivitas perkebunan tebu di Indonesia adalah masih digunakannya cara tradisional untuk menghasilkan benih tebu. Tebu umumnya ditanam secara vegetatif dengan menggunakan stek batang atau mata tunas tanpa mengalami perlakuan apapun. Teknik pembenihan secara vegetatif tersebut, meskipun mudah dan murah dilakukan, namun teknik tersebut mengakibatkan terkumpulnya berbagai penyakit, baik bakteri, jamur maupun virus pada anakan dan keturunannya. Akibatnya benih tebu yang berasal dari perbanyakan secara konvensional tidak berkualitas meskipun digunakan varietas yang unggul.

Salah satu cara yang paling banyak digunakan untuk menghasilkan benih tebu yang bebas penyakit adalah dengan menggunakan teknik kultur jaringan. Bahkan jika menggunakan kultur meristem, benih tebu yang dihasilkan disamping bebas dari hama dan penyakit juga bebas dari beberapa jenis virus yang mampu menurunkan produktivtias tebu secara masive. Kultur meristem terbukti mampu mengeliminasi empat jenis virus sampai 92 %. Disamping itu, kultur jaringan juga mampu memproduksi benih unggul dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan teknik konvensional. Di India, penyebaran varietas baru untuk dibudidayakan petani membutuhkan waktu sekitar 10 – 12 tahun dengan metode konvensional, namun dengan menggunakan kultur jaringan waktu tersebut menjadi lebih singkat, yaitu hanya 1 – 2 tahun saja.

Jayo Agro Biotechnology (JAB) mampu memproduksi benih tebu hasil kultur meristem untuk berbagai kultivar tergantung pesanan. Saat ini tersedia benih tebu kultivar Bululawang (BL) yang merupakan kultivar masak tengah akhir maupun kultivar NX 01 untuk kultivar masak awal. Beberapa kultivar tebu yang dapat disediakan dengan cepat seperti PS 881, PS 862, maupun NX 03. Volume produksi benih tebu hasil kultur meristem tersebut dapat mencapai lebih dari 3 juta benih per tahun tergantung pesanan

Untuk Informasi harga dan ketersediaan Benih silahkan hubungi kami

Tuesday, 16 July 2019 17:12

Kelapa Kopyor

Written by

Kelapa kopyor diketahui memiliki nilai jual sangat tinggi yaitu mencapai 10 kali lebih tinggi dibandingkan dengan kelapa normal. Pada umumnya kelapa biasa memiliki harga di tingkat petani antara Rp. 2.000,- sampai Rp. 8.000,- , namun kelapa kopyor memiliki harga yang fantastis, antara 25.000 sampai Rp. 50.000,- per butir. Tingginya harga kelapa kopyor tersebut disamping rasa endosperm kelapa kopyor yang sangat enak, banyak dipakai untuk minuman segar maupun bahan pembuat es krim yang mahal, kebutuhan kelapa kopyor tersebut juga sangat tinggi dengan supply produksi yang relatif rendah. Oleh karena itu harga buah kopyor selalu meningkat dari tahun ke tahun.


Namun demikian, budidaya tanaman kelapa type ini masih belum optimal. Seperti umum diketahui, buah kelapa yang bersifat kopyor memiliki endosperm yang lunak bahkan sebagian terlepas dari batok kelapa sehingga bercampur dengan air kelapa (Gambar 1.A), bahkan endosperm akan cepat mengalami pembusukan setelah 2 – 4 minggu pasca panen. Hal tersebut mengakibatkan embrio kelapa tidak dapat berkecambah secara alami. Akibatnya petani kelapa menggunakan buah kelapa normal yang membawa sifat kopyor untuk digunakan sebagai benih kelapa kopyor. Teknik tersebut hanya mampu menghasilkan pohon kelapa yang memproduksi buah kopyor dengan kemungkinan sekitar 60 %, sedangkan sisanya akah menghasilkan pohon kelapa dengan seluruh buahnya normal (Gambar 1.B). Dari tanaman kelapa kopyor yang dihasilkan tersebut memiliki produksi buah kopyor relatif rendah, yaitu hanya sekitar 30 % dari buah kelapa yang dihasilkan per tandannya.


Satu-satunya cara yang dapat digunakan untuk menghasilkan tanaman kelapa yang mampu menghasilkan seluruh buahnya kopyor (100 % kopyor, true-to-type) adalah dengan cara membudidayakannya dengan menggunakan benih kelapa kopyor hasil kultur jaringan. Jayo Agro Biotechnology (Jab.co.id) saat ini mampu menyediakan benih kelapa kopyor hasil kultur embryo dengan kapasitas antara 3000 s/d 5000 benih per tahun. Kultivar yang dapat disediakan meliputi Kelapa Kopyor Genjah Kuning Pati, Kopyor Genjah Hijau Pati, Kopyor dan Genjah Coklat Pati. Dengan ketersediaan yang sangat terbatas, JAB juga menyediakan kelapa Kopyor Genjah Sabut Merah Banyumas.


Untuk Informasi harga dan ketersediaan Benih silahkan hubungi kami