Friday, 19 July 2019 04:12

Metode Kultur Jaringan, JadikanSatu pohon Kelapa Berbuah Kopyor Semua

Written by Indramajid
Rate this item
(0 votes)

PURWOKERTO, (PR).- Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berhasil mengembangkan kultur jaringan kelapa kopyor dan menjadi satu-satunya riset kelapa kopyor di Indonesia, bahkan di dunia.

Metode kultur jaringan yang dikembangkan  dosen Program Studi Pendidikan Biologi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMP Sisunandar,  dapat menghasilkan tanaman yang dapat berbuah banyak dan seluruhnya kopyor. Tentunya punya  nilai ekonomi tinggi,  bisnis buah kelapa yang terbilang langka  ini sangat menjanjikan.

Sisunandar menyebutkan,  jenis buah kelapa kopyor  sudah ada di alam dan hanya di daerah tertentu yang bisa menghasilkan.  Kelapa kopyor  jumlahnya sangat sedikit antara 2-3 butir dari satu pohon kelapa yang memiliki bakat untuk menghasilkan kopyor.

tidak heran jika bahan baku minuman menyegarkan ini harganya mahal.

Saat ini melalui rekayasa budidaya,  kelapa kopyor bisa dikembangkan dengan tingkat produkstivitas tinggi.

Melalui risetnya, Sismundar menanam 148 pohon kelapa kopyor pada lahan seluas 1 hektare di Science Techno Park UMP, di komplek  kampus universitas swasta terkemuka di Purwokerto.

Dari 148 pohon kelapa kopyor yang dikembangkan  terdiri dari 10 kultivar atau jenis, yakni  masing-masing 4 kultivar kelapa kopyor jenis Banyumas dan Pati, serta kultivar Sumenep dan Lampung masing-masing 1.

Di tanah air hanya ada empat kultivar kelapa kopyor yakni kultivar Banyumas, Pati Semenep dan Lampung. Sebab hanya di daerah tersebut yang bisa muncul kelapa kopyor. 

"Semua jenis kelapa kopyor tersebut kemudian dikembangkan dengan  sistem kultur jaringan, dan hasilnya 100 persen isi kelapa, kopyor," kata Sismunandar saat panen perdana kelapa kopyor yang dihadiri Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristek, Muhammad Dimyati dan Rektor UMP beberapa waktu lalu .

Kenapa  pengembangan budidaya kelapa kopyor harus menggunakan kultur jaringan, menurutnya karena  kelapa kopyor tidak bisa dibenih. Hal itu lantaran sel seharusnya melekat pada dinding kelapa hancur dan terkelupas.

“Kelapa menjadi kopyor, itu  karena pengaruh  beberapa enzim yang membuat dinding sel tidak melekat pada dinding kelapa, sehingga tidak bisa dikembangbiakan," tambahnya.

Oleh karena  itu, pembenihan harus dilakukan melalui rekayasa di laboratorium dengan teknik kultur jaringan. Pembenihan dimulai dengan mengambil embrio kelapa lalu ditanam dalam tabung dengan medium tanam.

Dosen dengan  disertasi S3 di Autralia ini menambahkan, selama proses tersebut sedikitnya ada 30 bahan kimia yang digunakan kemudian setiap bulan pindah media tanam hingga usia 14 bulan.

Setelah tanaman berusia 2 tahun dengan tinggi 15 sentimeter (cm), tanaman  dipindah ke  alam bebas, untuk lahan yang bagus, air cukup, kelapa kopyor bisa dipanen setelah 4 tahun.

"Jika pada pohon kelapa biasa hanya menghasilkan satu atau dua butir kopyor ,namun dengan pengembangan melalui kultur jaringan  maka satu pohon 100 persen kelapa kopyor. Usia produksi tanaman bisa mencapai 25-30 tahun,” kata Sisunandar.

Nilai ekonomi kelapa kopyor sangat tinggi di pasar mencapai Rp 30-35 ribu per butir, sedangkan kelapa biasanya hanya dihargai Rp 5000 per butir.  Sedangkan bibit kelapa kopyor yang siap tanam laku sampai Rp 4 juta.

Pertama di dunia

Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Dr. Muhammad Dimyati, M.Sc mengatakan, kebun plasma nutfah kelapa kopyor ini merupakan pertama di dunia. Temuan tersebut bisa dimanfatkan oleh industri skala nasional maupun dunia, mengingat tingkat kebutuhan untuk industri makanan dari buah yang eksotik tersebut cukup menjanjikan.

"Hasil penelitian ini harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan yang lebih luas bagi bangsa. Untuk  industri makanan ataupun kosmetik dunia," terangnya.

Industri skala nasional bahkan  dunia bisa memetik manfaat dari temuan langka ini. Sebab, kelapa kopyor tidak hanya untuk makanan saja, tetapi bisa dipergunakan untuk kesehatan maupun kosmetik.

Oleh karena,  dia  mendorong  UMP agar bisa mengembangkan  unit bisnis kelapa kopyor, mengingat kebutuhan kelapa kopyor di Indonesia sangat besar.***

 https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/2019/05/26/metode-kultur-jaringan-jadikansatu-pohon-kelapa-berbuah-kopyor-semuaSehingga

Read 79 times Last modified on Friday, 19 July 2019 05:57