Friday, 19 July 2019 04:09

Dosen UMP Kembangkan Kopyor Kultur Jaringan

Written by Indramajid
Rate this item
(0 votes)

PURWOKERTO,KRJogja.com - Setelah melalui penelitian yang membutuhkan waktu yang  cukup panjang, Sisunandar PhD, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Biologi S1  Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), berhasil mengembangkan  pembibitan kelapa kopyor hibrida dengan kultur jaringan.

 

Keberhasilan itu, setelah ia melakukan penelitian berawal dari disertasi S3-nya di Australia pada tahun 2008, kemudian pulang ke Indonesia dan berhasil mengembangkan pada tahun 2012.https://krjogja.com/web/news/read/100112/Dosen_UMP_Kembangkan_Kopyor_Kultur_Jaringan

 

 

"Untuk penelitian kelapa, saya mulai 2004 sampai 2008, terus pada 2008 saya mulai (penelitian) kelapa kopyor, dan baru berhasil tahun 2012. Sebenarnya pada tahun 2011 sudah berhasil, namun dibutuhkan proses pembibitan sampai menuai hasil pada tahun 2012, salah satu hasilnya, yang di tanam di kantor pusat UMP, itu yang pertama kalinya ditanamkan,” kata Sisunandar, Kamis (23/5/2019).

 

Ia, menjelaskan kelapa kopyor merupakan plasma nutfah unggul yang bernilai ekonomi tinggi, sehingga dapat digunakan dalam program pemberantasan kemiskinan di Indonesia.
 
“Pembenihan klapa kopyor juga tidak dapat dilakukan secara alami sehingga satu-satunya alternatif yang tersedia untuk memecahkan permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan kultur embrio,” ungkapnya

 

Hasil penelitian mini growth chamber, menurutnya berhasil digunakan untuk menginduksi akar dan mengadaptasikan benih klapa kopyor hasil kultur jaringan secara langsung dengan tingkat keberhasilan tinggi 90 persen dengan menggunakan metode ex vitro rooting. 

 

“Metode Ex Vitro juga Rooting juga berhasil digunakan untuk mengadaptasikan benih yang berasal dari empat kultur kelapa secara langsung dengan keberhasilan tinggi. Baik benih tanpa akar maupun benih lengkap dengan akar berhasil diaklimatisasikan secara langsung,” jelasnya.

 

Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Dr Muhammad Dimyati MSc mengungkapkan ini merupakan hasil temuan klapa kopyor di dunia. Menurutnya, penelitian dari dosen UMP bisa memberikan manfaat untuk bangsa Indonesia.
 
“Untuk itu setelah hasil penelitian itu terwujud seperti ini langkah berikutnya adalah bagaimana membuat agar kelapa ini bisa dimanfaatkan oleh industri untuk memenuhi kebutuhan pengguna atau orang-orang yang suka kelapa kopyor, karena kelapa kopyor itu tidak hanya untuk makanan saja, tetapi bisa untuk kosmetik dan sebagainya,” ungkapnya.(Dri)

 

Read 73 times