Article
Article

Article (9)

Friday, 19 July 2019 04:32

UMP Panen Kelapa Kopyor Hasil Penelitian

Written by

PURWOKERTO, SATELITPOST-Setelah berhasil menemukan metode pembibitan kelapa kopyor, dosen Pendidikan Biologi UMP, Sisunandar PhD, kini mulai memanen kelapa kopyor tersebut.

 

Kelapa kopyor  hibrida dengan metode kultur jaringan tersebut berhasil dipanen bersama Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, di Science Techno Park UMP, Rabu (22/5).

 

Hasil penelitian yang berawal dari disertasinya di Australia pada tahun 2008 tersebut berhasil dikembangkan pada tahun 2012. Kelapa kopyor sendiri merupakan plasma nutfah unggul yang bernilai ekonomi tinggi, sehingga dapat digunakan dalam program pemberantasan kemiskinan di Indonesia.

KBRN, Purwokerto: Dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Sisunandar PhD, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Biologi S1 UMP ,  berhasil menemukan pembibitan klapa kopyor hibrida dengan kultur jaringan.

Hasil penemuananya itu dibuktikan dengan di panennya kelapa kopyor bersama Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, di Science Techno Park UMP, Rabu (22/5/2019).

Hasil penelitian berawal dari disertasi S3nya di Australia pada tahun 2008, pulang ke Indonesia dan berhasil mengembangkan pada tahun 2012.

“Untuk penelitian kelapa saja, saya mulai 2004 sampai 2008, terus pada 2008 saya mulai (penelitian) klapa kopyor, dan baru berhasil tahun 2012. Sebenarnya pada tahun 2011 sudah berhasil, namun dibutuhkan proses pembibitan sampai menuai hasil pada tahun 2012, salah satu hasilnya, yang di tanam di kantor pusat UMP, itu yang pertama kalinya ditanamkan,” urainya.

Purwokerto, Gatra.com – Kelezatan kelapa kopyor telah banyak dikenal orang. Harganya pun lebih tinggi dari kelapa biasa. Sayangnya, masyarakat tidak bisa membibit kelapa kopyor. Mereka hanya bisa mencari bibit dari pohon-pohon yang berbuah kopyor.

 

Kesulitan untuk pembibitan kelapa kopyor itu kini telah berakhir dengan keberhasilan pembibitan kopyor oleh dosen dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sisunandar PhD. Ia berhasil membibit kelapa kopyor dengan sistem kultur jaringan.

PURWOKERTO, (PR).- Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berhasil mengembangkan kultur jaringan kelapa kopyor dan menjadi satu-satunya riset kelapa kopyor di Indonesia, bahkan di dunia.

Metode kultur jaringan yang dikembangkan  dosen Program Studi Pendidikan Biologi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMP Sisunandar,  dapat menghasilkan tanaman yang dapat berbuah banyak dan seluruhnya kopyor. Tentunya punya  nilai ekonomi tinggi,  bisnis buah kelapa yang terbilang langka  ini sangat menjanjikan.

Sisunandar menyebutkan,  jenis buah kelapa kopyor  sudah ada di alam dan hanya di daerah tertentu yang bisa menghasilkan.  Kelapa kopyor  jumlahnya sangat sedikit antara 2-3 butir dari satu pohon kelapa yang memiliki bakat untuk menghasilkan kopyor.

Friday, 19 July 2019 04:09

Dosen UMP Kembangkan Kopyor Kultur Jaringan

Written by

PURWOKERTO,KRJogja.com - Setelah melalui penelitian yang membutuhkan waktu yang  cukup panjang, Sisunandar PhD, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Biologi S1  Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), berhasil mengembangkan  pembibitan kelapa kopyor hibrida dengan kultur jaringan.

 

Keberhasilan itu, setelah ia melakukan penelitian berawal dari disertasi S3-nya di Australia pada tahun 2008, kemudian pulang ke Indonesia dan berhasil mengembangkan pada tahun 2012.https://krjogja.com/web/news/read/100112/Dosen_UMP_Kembangkan_Kopyor_Kultur_Jaringan

Friday, 19 July 2019 04:07

UMP Miliki Perkebunan Kelapa Kopyor

Written by

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), mungkin menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang memiliki perkebunan kelapa. Tapi kelapa yang dikembangkan peneliti di UMP ini, bukan kelapa biasa. Melainkan kelapa kopyor yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibanding kelapa biasa.

BANYUMAS - Dosen Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sisunandar berhasil mengembangkan pembibitan kelapa kopyor hibrida dengan sistem kultur jaringan. Tingkat keberhasilan pembibitan melalui cara ini diklaim mencapai 90%.

"Ini salah satu hasilnya, yang ditanam di kantor pusat UMP. Ini yang pertama kali ditanam," kata Sisunandar saat panen kelapa kopyor bersama Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Muhammad Dimyati di Science Techno Park UMP, Rabu (22/5/2019).
 
Sisunandar cukup lama melakukan penelitian tentang kelapa, dari mulai 2004 hingga 2008. Kemudian pada 2008, ia mulai meneliti kelapa kopyor untuk keperluan disertasi S3 di Australia. Setelah kembali ke Indonesia, Sisunandar terus mengembangkan penelitian tersebut dan berhasil pada 2012.

  • Karena kelapa kopyor tidak dapat dikembangkan melalui pembibitan alami, maka peneliti asal Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sisunandar, mengembangkannya melalui kultur jaringan
  • Setelah melalukan riset hingga 15 tahun, kini kelapa kopyor hasil kultur jaringan telah dapat dibudidayakan, salah satunya di areal ‘Science Techno Park’ di Kampus UMP
  • Antara kebutuhan dengan produksi kelapa kopyor tidak seimbang, karena produksi hanya baru mencukupi 30% kebutuhan pasar
  • Kelapa kopyor tidak hanya potensial dikembangkan sebagai bahan minuman, juga dapat dijadikan bahan baku kosmetika. Pasarnya tidak hanya dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Maka diperlukan kolaborasi riset, misalnya dengan pengemasan yang bisa mengawetkan kelapa kopyor, sehingga dapat diekspor

 

 

Produksi buah kelapa kopyor di Indonesia masih terbilang rendah. Padahal bila dikelola dengan baik kelapa jenis ini bisa menjadi komoditas nasional unggul hingga mampu mendongkrak perekonomian Indonesia. Pandangan ini lah yang mendasari dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Sisunandar, Ph.D yang telah berhasil mengembangkan kelapa kopyor hibrida.

 

Bagi Nandar, panggilan akrab Sisunandar, penelitian sudah menjadi kewajiban dosen. “Bagi saya penelitian adalah tugas seorang dosen. Dosen harus melakukan penelitian, hal tersebut tidak bisa ditawar lagi dan kebetulan juga passion saya banyak disitu,” tegasnya.

 

Pada awalnya kelapa kopyor bukanlah fokus penelitian Nandar, tetapi ketika mengambil S3 di University of Queensland Australia tahun 2004, pembimbingnya ‘memaksa’ Nandar untuk melakukan penelitian tentang kelapa. Hingga penelitian tentang kelapa kopyor ia mulai tahun 2008 setelah menempuh S3.